Contoh GROUP BY dan HAVING

CREATE DATABASE penjualan;

USE penjualan;

CREATE TABLE pemesanan (
orderID INT(5),
tanggal DATE,
pelangganID CHAR(3),
totalPembayaran DOUBLE
);

DESC pemesanan;

INSERT INTO pemesanan VALUES
('11001', 'A01', 20000, '2017-02-02'),
('11002', 'A02', 50000, '2017-02-02'),
('11003', 'A03', 30000, '2017-02-04'),
('11004', 'A04', 40000, '2017-02-05'),
('11005', 'A05', 60000, '2017-02-06');


CREATE TABLE pelanggan (
pelangganID CHAR(3),
namaPelanggan VARCHAR(25),
telepon VARCHAR(25)
);

DESC pelanggan;

INSERT INTO pelanggan VALUES
('A01', 'Fery Hartadi', 089693338772),
('A02', 'Decky Sutara', 089648452359),
('A03', 'Desi Ratnasari', 085750741421),
('A04', 'Hesti Ramadhayanti', 089693737311),
('A05', 'Tedy Rahmad Putra', 089693475187);

SELECT * FROM pemesanan;
SELECT * FROM pelanggan;

SELECT COUNT(*) FROM pemesanan; -- Hitung jumlah record tabel buku
SELECT COUNT(*) AS juml_rec FROM pemesanan;
SELECT COUNT(*) AS juml_rec FROM pemesanan WHERE tanggal = '2017-02-02';

SELECT SUM(totalPembayaran) AS total_pembayaran FROM pemesanan; -- Hitung total harga
SELECT SUM(totalPembayaran) AS total_pembayaran FROM pemesanan WHERE tanggal = '2017-02-02';

SELECT MAX(totalPembayaran) AS harga_tertinggi FROM pemesanan; -- Tampilkan harga tertinggi
SELECT MAX(totalPembayaran) AS harga_tertinggi FROM pemesanan WHERE tanggal = '2017-02-02';

SELECT MIN(totalPembayaran) AS harga_terendah FROM pemesanan; -- Tampilkan harga terendah
SELECT MIN(totalPembayaran) AS harga_terendah FROM pemesanan WHERE tanggal = '2017-02-02';

SELECT AVG(totalPembayaran) AS harga_rerata FROM pemesanan; -- Tampilkan harga rata-rata
SELECT AVG(totalPembayaran) AS harga_rerata FROM pemesanan WHERE tanggal = '2017-02-02';

SELECT AVG(totalPembayaran) AS rata_rata FROM pemesanan;

SELECT orderID, tanggal, AVG(totalPembayaran) AS rata_rata FROM pemesanan GROUP BY totalPembayaran;

SELECT orderID, tanggal, MAX(totalPembayaran) AS terbesar, MIN(totalPembayaran) AS terkecil FROM pemesanan GROUP BY totalPembayaran;

SELECT orderID, AVG(totalPembayaran) AS rata_rata FROM pemesanan GROUP BY totalPembayaran;

SELECT tanggal, pelangganID, AVG(totalPembayaran) AS rata_rata FROM pemesanan GROUP BY totalPembayaran HAVING AVG(totalPembayaran)>30000;

SELECT totalPembayaran, AVG(totalPembayaran) AS rata_rata FROM pemesanan GROUP BY pelangganID HAVING pelangganID='A01';

SELECT tanggal, AVG(totalPembayaran) AS rata_rata FROM pemesanan GROUP BY tanggal HAVING tanggal='2017-02-02';

SELECT * FROM pemesanan INNER JOIN pelanggan ON pemesanan.pelangganID = pelanggan.pelangganID;
SELECT * FROM pemesanan LEFT JOIN pelanggan ON pemesanan.pelangganID = pelanggan.pelangganID;
SELECT * FROM pemesanan RIGHT JOIN pelanggan ON pemesanan.pelangganID = pelanggan.pelangganID;

SELECT pemesanan.pelangganID , orderID, tanggal, totalPembayaran, namaPelanggan, telepon FROM pemesanan INNER JOIN pelanggan ON pemesanan.pelangganID = pelanggan.pelangganID;
SELECT pemesanan.pelangganID , orderID, tanggal, totalPembayaran, namaPelanggan, telepon FROM pemesanan LEFT JOIN pelanggan ON pemesanan.pelangganID = pelanggan.pelangganID;
SELECT pemesanan.pelangganID , orderID, tanggal, totalPembayaran, namaPelanggan, telepon FROM pemesanan RIGHT JOIN pelanggan ON pemesanan.pelangganID = pelanggan.pelangganID;

0 komentar:

Analisa Prosedur Sistem Berjalan PT Fast Food Indonesia Tbk



Nama kelompok:
1. Decky sutara
2. Fery hartadi
            3. Hesti ramadhayanti
  4. Desi ratnasari
*Proses Bisnis Sistem Berjalan
Pergudangan Pt Fast Food Indonesia Tbk yang terletak di Jl. Extrajoss Kubu Raya, Kalimantan Barat . Mempunyai proses sistem berjalan sebagai berikut :
-          Kepala Gudang mengirim pesanan ke Jakarta.
-          Barang datang di cek oleh Admin dan Kepala Gudang.
-          Admin menyuruh crew untuk mengemas barang .
-          Admin menerima pesanan dari store-store dan mengeprint surat jalan untuk diberikan kepada crew dan memasukan barang pesanan ke dalam mobil , untuk kemudian di antar oleh supir ke store .
-          Store memesan barang menerima pesanan dan mengecek barang yang datang.
-          Supir memberikan surat jalan ke admin .
-          Admin merekap surat jalan tersebut.




 
 
Proses Pemesanan Barang Di Gudang

0 komentar:

ERD Penjualan

ERD Penjualan


0 komentar:

Data Pribadi

Nama Saya Fery Hartadi biasa dipanggil fery, sekarang lagi kuliah di BSI Pontianak Program Studi Komputerisasi Akuntansi semester 5.

 


0 komentar:

Jenis Jenis Diagram UML

 Jenis-jenis Diagram UML, yaitu :
1. Use Case Diagram
     Use case adalah abstraksi dari interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai.


 Diagram Use Case berguna dalam tiga hal :

• Menjelaskan fasilitas yang ada (requirement)
• Komunikasi dengan klien
• Membuat test dari kasus-kasus secara umum


2. Activity Diagram
            Activity diagram menyediakan analis dengan kemampuan untuk memodelkan proses dalam suatu sistem informasi. Activity diagram dapat digunakan untuk alur kerja model, use case individual, atau logika keputusan yang terkandung dalam metode individual3. Activity diagram juga menyediakan pendekatan untuk proses pemodelan paralel. Activity diagram lebih lanjut .
            Pada dasarnya, diagram aktifitas canggih dan merupakan diagram aliran data yang terbaru. Secara teknis, diagram aktivitas menggabungkan ide-ide proses pemodelan dengan teknik yang berbeda termasuk model acara, statecharts, dan Petri Nets.


3. Package Diagram
            Package diagram utamanya digunakan untuk mengelompokkan elemen diagram UML yang berlainan secara bersama-sama ke dalam tingkat pembangunan yang lebih tinggi yaitu berupa sebuah paket. Diagram paket pada dasarnya adalah diagram kelas yang hanya menampilkan paket, disamping kelas, dan hubungan ketergantungan, disamping hubungan khas yang ditampilkan pada diagram kelas.
            Sebagai contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna untuk membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka. 

4. State Machines Diagram


Statechart diagram digunakan untuk memodelkan perilaku dinamis satu kelas atau objek. Statechart diagram memperlihatkan urutan keadaan sesaat (state) yang dilalui sebuah objek, Kejadian yang menyebabkan sebuah transisi dari suatu state atau aktivitas kepada yang lainnya.
            Statechart diagram khusus digunakan untuk memodelkan tahap-tahap diskrit dari sebuah siklus hidup objek, sedangkan Activity diagram paling cocok untuk memodelkan urutan aktifitas dalam suatu proses.


5. Sequence Diagram
 
            Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu. Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.


6. Class Diagram
            Tujuan utama dari class diagram adalah untuk menciptakan sebuah kosa kata yang digunakan oleh analis dan pengguna. Diagram kelas biasanya merupakan hal-hal, ide-ide atau konsep yang terkandung dalam aplikasi. Misalnya, jika anda sedang membangun sebuah aplikasi penggajian, diagram kelas mungkin akan berisi kelas yang mewakili hal-hal seperti karyawan, cek, dan pendaftaran gaji. Diagram kelas juga akan menggambarkan hubungan antara kelas. 
Class memiliki 3 area pokok :
1. Name (dan stereotype);
2. Attribute;
3. Method.


7. Communication Diagram
            Collaboration diagram menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek. Setiap message memiliki sequence number, dimana message dari level tertinggi memiliki Nomor 1. Diagram membawa informasi yang sama dengan diagram Sequence, tetapi lebih memusatkan atau memfokuskan pada kegiatan obyek dari waktu pesan itu dikirimkan.
Contoh : Diagram Collaboration “Pemesanan kamar di Hotel”.



8. Composite Structure Diagram
            Diagram struktur komposit adalah diagram yang menunjukan struktur internal classifier, termasuk poin interaksinya ke bagian lain dari system. Hal ini menunjukkan konfigurasi dan hubungan bagian, yang bersama-sama melakukan perilaku classifier. Diagram struktur komposit merupakan jenis diagram struktur yang statis dalam UML, yang menggambarkan struktur internal kelas dan kolaborasi.
Struktur komposit dapat digunakan untuk menjelaskan:
- Struktur dari bagian-bagian yang saling berkaitan;
- Run-time struktur yang saling berhubungan.


9. Object Diagram
            Object diagram merupakan sebuah gambaran tentang objek-objek dalam sebuah system pada satu titik waktu. Karena lebih menonjolkan perintah-perintah dari pada class, object diagram lebih sering disebut sebagai sebuah diagram perintah.


10. Timing Diagram
            Timing Diagram adalah bentuk lain dari interaction diagram, dimana focus utamanya lebih ke waktu. Timing diagram sangat berdaya guna dalam menunjukkan factor pembatas waktu diantara perubahan state pada objek yang berbeda.



11. Component Diagram
            Diagram ini bila dikombinasikan dengan diagram penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan distribusi fisik dari modul perangkat lunak melalui jaringan. Misalnya, ketika merancang sistem client-server, hal ini berguna untuk menunjukkan mana kelas atau paket kelas akan berada pada node klien dan mana yang akan berada di server.
            Diagram komponen juga dapat berguna dalam merancang dan mengembangkan sistem berbasis komponen. Karena berfokus pada analisis sistem berorientasi objek dan desain.


12. Deployment Diagram
            Deployment diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di deploy dalam infrastruktur system, dimana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. Hubungan antar node ( misalnya TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram ini.


13. Interaction Overview Diagram
            Interaction Overview Diagram adalah pecangkolan secara bersama antara activity diagram dengan sequence diagram. Interaction Overview Diagram dapat dianggap sebagai activity diagram dimana semua aktivitas diganti dengan sedikit sequence diagram, atau bisa juga dianggap sebagai sequence diagram yang dirincikan dengan notasi activity diagram yang digunakan untuk menunjukkan aliran pengawasan.

sumber : https://faris6593.blogspot.co.id/2013/05/uml-unified-modeling-language-dan-13.html

0 komentar:

Sejarah UML


Definisi UML
 Unified Modeling Language merupakan metode pengembangan perangkat lunak (sistem informasi) dengan menggunakan metode grafis serta merupakan bahasa untuk visualisasi, spesifikasi, konstruksi serta dokumentasi.
Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa yang telah menjadi standard untuk visualisasi, menetapkan, membangun dan mendokumentasikan arti suatu sistem perangkat lunak .
Unified Modeling Language (UML) dapat didefinisikan sebagai sebuah bahasa yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak.
Unified Modeling Language (UML) merupakan standard modeling language yang terdiri dari kumpulan-kumpulan diagram, dikembangkan untuk membantu para pengembang sistem dansoftware agar bisa menyelesaikan tugas-tugas seperti :
Spesifikasi
Visualisasi
Desain arsitektur
Konstruksi
Simulasi dan testing
Dokumentasi
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (OOP)  (Object Oriented programming)”.

Sejarah Singkat UML
UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object Oriented).
UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas – kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database dan komponen – komponen yang diperlukan dalam software.
Pendekatan analisa dan rancangan dengan menggunakan model OO mulai diperkenalkan sekitar pertengahan tahun 1970 hingga akhir 1980 dikarenakan pada saat itu aplikasi software sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakan metode OO mulai diuji cobakan dan diaplikasikan antara tahun 1989 – 1994, seperti halnya oleh grady Booch dari Rational Sotfware Co., serta James Rumbaugh dari General Electric, dikenal dengan OMT (Object Modelling Technique).
Kelemahan saat itu disadari oleh Booch maupun Rumbaugh adalah tidak adanya standar penggunaan model yang berbasis OO, katika mereka bertemu ditemani rekan lainnya Ivar Jacobson dari Objectory mulai mendiskusikan untuk mengadopsi masing-masing pendekatan metode OO untuk membuat suatu model bahasa yang uniform atau seragam yang disebut UML (Unified Modeling language) dan dapat digunakan oleh seluruh dunia.
Penggunaan UML Secara Resmi
Secara resmi bahasa UML dimulai pada bulan oktober 994, ketika Rumbaugh bergabung dengan Booch untuk membuat sebuah project pendekatan metode yang uniform atau seragam dari masing – masing metode mereka. Saat itu baru dikembangkan draft metode UML version 0.8 dan diselesaikan serta direlease pada bulan oktober 1995. Bersamaan dengan saat itu, Jacobson bergabung dan UML tersebut diperkaya ruang lingkupnya dengan metode OOSE sehingga muncul release version 0.9 pada bulan juni 1996. Hingga saat ini sejak Juni 1998 UML version 1.3 telah diperkaya dan direspons oleh OMG (ObjectManagement Group). Anderson Consulting, Ericson, Platinum technology, ObjecTime Limited dan lain lain serta dipelihara oleh OMG yang dipimping oleh Cris Kobryn.
UML adalah standar dunia yang dibuat oleh Object Management Group, sebuah badan yang bertugas mengeluarkan standar-standar teknologi objectoriented dan software component.

BAGIAN-BAGIAN UML
Bagian-bagian utama dari UML adalah view, diagram, model element, dan general mechanism.
1.       View
View digunakan untuk melihat sistem yang dimodelkan dari beberapa aspek yang berbeda. View bukan melihat grafik, tapi merupakan suatu abstraksi yang berisi sejumlah diagram.
Beberapa jenis view dalam UML antara lain: use case view, logical view, component view, concurrency view,dan deployment view.
2.       Use case view
Mendeskripsikan fungsionalitas sistem yang seharusnya dilakukan sesuai yang diinginkan external actors. Actor yang berinteraksi dengan sistem dapat berupa user atau sistem lainnya.
View ini digambarkan dalam use case diagramsdan kadang-kadang dengan activity diagrams. Viewini digunakan terutama untuk pelanggan, perancang (designer), pengembang (developer), dan penguji sistem (tester).
3.       Logical view
Mendeskripsikan bagaimana fungsionalitas dari sistem, struktur statis (class, object,danrelationship ) dan kolaborasi dinamis yang terjadi ketika object mengirim pesan ke object lain dalam suatu fungsi tertentu.
View ini digambarkan dalam class diagrams untuk struktur statis dan dalam state, sequence, collaboration, dan activity diagram untuk model dinamisnya. View ini digunakan untuk perancang (designer) dan pengembang (developer).
4.       Component view
Mendeskripsikan implementasi dan ketergantungan modul. Komponen yang merupakan tipe lainnya dari code module diperlihatkan dengan struktur dan ketergantungannya juga alokasi sumber daya komponen dan informasi administrative lainnya.
View ini digambarkan dalam component view dan digunakan untuk pengembang (developer).
5.       Concurrency view
Membagi sistem ke dalam proses dan prosesor.View ini digambarkan dalam diagram dinamis (state, sequence, collaboration, dan activity diagrams) dan diagram implementasi (component dan deployment diagrams) serta digunakan untuk pengembang (developer), pengintegrasi (integrator), dan penguji (tester).
6.       Deployment view
Mendeskripsikan fisik dari sistem seperti komputer dan perangkat (nodes) dan bagaimana hubungannya dengan lainnya.
View ini digambarkan dalam deployment diagramsdan digunakan untuk pengembang (developer), pengintegrasi (integrator), dan penguji (tester).
7.       Diagram
Diagram berbentuk grafik yang menunjukkan simbol elemen model yang disusun untuk mengilustrasikan bagian atau aspek tertentu dari sistem. Sebuah diagram merupakan bagian dari suatu view tertentu dan ketika digambarkan biasanya dialokasikan untuk view tertentu. Adapun jenis diagram antara lain :
a.       Use Case Diagram
Use case adalah abstraksi dari interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai. Use casemerupakan konstruksi untuk mendeskripsikan bagaimana system akan terlihat di mata user. Sedangkan use case diagram memfasilitasi komunikasi diantara analis dan pengguna serta antara analis dan client.
b.      Class Diagram
Class adalah dekripsi kelompok obyek-obyek dengan property, perilaku (operasi) dan relasi yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan global atas sebuah system. Hal tersebut tercermin dari class- class yang ada dan relasinya satu dengan yang lainnya. Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa class diagram. Class diagram sangat membantu dalam visualisasi struktur kelas dari suatu system.
c.       Component Diagram
Component software merupakan bagian fisik dari sebuah system, karena menetap di komputer tidak berada di benak para analis. Komponent merupakan implementasi software dari sebuah atau lebih class. Komponent dapat berupa source code, komponent biner, atau executable component. Sebuah komponent berisi informasi tentang logic class atau class yang diimplementasikan sehingga membuat pemetaan dari logical view ke component view.Sehingga component diagram merepresentasikan dunia riil yaitu component software yang mengandung component, interface dan relationship.
d.      Deployment Diagram
Menggambarkan tata letak sebuah system secara fisik, menampakkan bagian-bagian software yang berjalan pada bagian-bagian hardware, menunjukkan hubungan komputer dengan perangkat (nodes) satu sama lain dan jenis hubungannya. Di dalam nodes,executeable component dan object yang dialokasikan untuk memperlihatkan unit perangkat lunak yang dieksekusi oleh node tertentu dan ketergantungan komponen.
e.      State Diagram
Menggambarkan semua state (kondisi) yang dimiliki oleh suatu object dari suatu class dan keadaan yang menyebabkan state berubah. Kejadian dapat berupa object lain yang mengirim pesan. State class tidak digambarkan untuk semua class, hanya yang mempunyai sejumlah state yang terdefinisi dengan baik dan kondisi class berubah oleh stateyang berbeda.
f.        Sequence Diagram
Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan perilaku pada sebuah scenario. Kegunaannya untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antara object juga interaksi antaraobject, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem.
g.       Collaboration Diagram
Menggambarkan kolaborasi dinamis sepertisequence diagrams. Dalam menunjukkan pertukaran pesan, collaboration diagrams menggambarkan objectdan hubungannya (mengacu ke konteks). Jika penekannya pada waktu atau urutan gunakansequencediagrams, tapi jika penekanannya pada konteks gunakan collaboration diagram.
h.      Activity Diagram
Menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktifitas lainnya seperti use caseatau interaksi.


sumber : https://samuraibali.blogspot.co.id/2017/01/penjelasan-dan-sejarah-unified-modeling.html

0 komentar:

Copyright © 2013 Desain Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi